Low vision bukan berarti buta total. Temukan berbagai jenis gangguan penglihatan rendah dan lihat bagaimana penderitanya melihat dunia melalui simulasi interaktif kami.
Low Vision (penglihatan rendah) adalah kondisi penurunan kemampuan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki sepenuhnya dengan kacamata, lensa kontak, obat-obatan, atau pembedahan.
Seseorang dikategorikan memiliki low vision jika ketajaman penglihatannya kurang dari 6/18 (20/60) atau lapang pandangnya kurang dari 20 derajat di mata terbaiknya.
Kondisi ini berbeda dengan kebutaan total — penderita low vision masih memiliki sisa penglihatan yang bisa dimanfaatkan dengan bantuan alat dan terapi tertentu.
Bandingkan langsung penglihatan normal dengan simulasi berbagai kondisi low vision.
⚠️ Catatan: Simulasi ini hanya ilustrasi dan tidak merepresentasikan tepat apa yang dilihat penderita. Setiap individu bisa mengalami kondisi yang berbeda-beda.
Kerusakan saraf optik akibat tekanan bola mata tinggi, menyebabkan lapang pandang menyempit dari luar ke dalam seperti melihat dari terowongan.
Lensa mata menjadi keruh dan menghalangi cahaya masuk, menyebabkan penglihatan seperti melihat melalui kaca buram atau kabut tebal.
Kerusakan pada makula (bagian tengah retina) menyebabkan bintik buta di pusat penglihatan. Wajah dan teks menjadi sulit dikenali meski penglihatan samping masih ada.
Komplikasi diabetes yang merusak pembuluh darah di retina, menyebabkan perdarahan, bercak gelap, dan pembengkakan yang mengganggu penglihatan.
Penyakit genetik yang secara bertahap menghancurkan sel-sel batang & kerucut retina, dimulai dari kehilangan penglihatan malam hari lalu lapang pandang menyempit.
Satu mata tidak berkembang dengan baik pada masa kanak-kanak karena otak lebih memfavoritkan mata yang lain. Penglihatan menjadi buram dan tidak bisa diperbaiki kacamata biasa.
Gangguan dimana mata bergerak tidak terkontrol secara terus-menerus (bergetar, bergoyang, atau berputar), menyebabkan gambar yang dilihat selalu bergoyang dan sulit fokus.
Kerusakan atau degenerasi saraf optik yang menghantarkan sinyal visual dari mata ke otak. Seperti kabel rusak — sinyal tidak sampai, gambar menjadi sangat gelap dan samar.
Penyakit genetik langka yang menyebabkan degenerasi progresif pada koroid, retina, dan epitel pigmen retina. Terutama menyerang laki-laki dan dimulai dengan kehilangan penglihatan malam.
Kenali penyebab, gejala, dan cara penanganan setiap jenis low vision secara lebih mendalam.
Kerusakan saraf optik akibat peningkatan tekanan cairan dalam mata secara bertahap.
Pengkerutan dan kekeruhan lensa alami mata yang biasanya terkait penuaan.
Kerusakan makula yang merupakan bagian pusat retina untuk penglihatan detail.
Kerusakan pembuluh darah retina akibat komplikasi diabetes melitus yang tidak terkontrol.
Kelompok penyakit genetik langka yang menyebabkan degenerasi sel-sel retina secara bertahap.
Kondisi saat satu mata memiliki penglihatan lemah karena otak dan mata tidak bekerja sama.
Gangguan kontrol gerakan mata yang menyebabkan mata bergerak tak terkendali terus-menerus.
Kondisi saraf optik yang mengalami degenerasi, sehingga transmisi sinyal visual terganggu.
Penyakit genetik langka yang menyebabkan degenerasi progresif pada lapisan pembuluh darah mata.
Yayasan LAYAK menyediakan layanan asesmen, rehabilitasi visual, dan pendampingan bagi individu dengan low vision serta keluarganya.